Ini adalah kisah nyata…
Ada seorang pemuda di Negara Amerika, yang ingin melamar
pekerjaan, di perusahaan ternama, Microsoft. Dia ingin melamar sebagai office
boy di perusahaan Super Besar itu. Hal pertama yang 'mungkin' ia pikirkan adalah:
“Kesannya ‘wah’ jika saya dapat bekerja di perusahaan besar ini.”
Pada tahap pengujian oleh HRD Microsoft, dia hanya perlu
membersihkan ruangan bekas dipakai orang untuk training, dan ia pun lulus tahap
ujian tersebut.
Pada bagian pengisian identitas, dia ditanya oleh HRD, “apa
alamat e-mail-mu?”. Pemuda itu menjawab, “saya tidak memiliki e-mail, bahkan
saya tidak tau cara mengoperasikannya.”
Maka jawab kembali HRD itu ketus, “Di perusahaan ini, yang
ingin melamar kerja, mulai dari jabatan tertinggi hingga yang terendah
sekalipun, wajib mempunyai e-mail!”
Apa yang dapat pemuda itu perbuat? Dengan keadaan pasrah
keluar dari Gedung Perusahaan itu.
Saat keluar dari situ, ia hanya memiliki sekitar 20 US$ di
sakunya.
Ia keluar dari gedung itu dan melewati jalan yang penuh
dengan penjual bahan pangan, semacam pasar. Ia lihat ada penjual tomat di situ, ia habiskan uangnya itu
untuk membeli tomat. Dari tomat-tomat yang dibelinya itu, dijual kembali
olehnya. Hingga ia memperoleh 40 US$. 2 kali lipat!
Dari tindakannya tersebut, dia lakukan berulang kali. Puluhan kali lipat uang yang ia hasilkan. Selang beberapa lama, ia sudah dapat mendirikan suatu perusahaan mandiri yang cukup besar. Bayangkan, hanya dengan menjual tomat!
Sesudah perusahaan itu berdiri dan berjalan usahanya, ia
berpikir untuk membuka cabang. Dipanggilah seorang petugas pemasaran, semacam menteri perdagangan,
untuk mendapatkan ijin untuk meluaskan usahanya.
Saat pengisian data, ada kolom yang wajib diisi. Kolom
pengisian e-mail pribadi.
Pemuda itu berkata sama seperti yang ia katakan terdahulu di
Microsoft, “saya tidak memiliki e-mail, bahkan saya tidak tau cara
mengoperasikannya.”
Heranlah petugas itu, lalu berkata: ”semua perusahaan di Negara
ini, pemiliknya pasti memiliki e-mail dan harus. Lalu bagaimana anda bisa mendirikan
perusahaan yang cukup besar ini tanpa memiliki e-mail?!”, jawab pemuda itu
dengan tenang, “saya diberkati oleh Tuhan, tidak memiliki e-mail, saya dapat
mempunyai sebuah perusahaan besar. Coba, bagaimana jika saya memiliki e-mail?
Pasti saya hanyalah seorang office boy, dan tidak mempunyai perusahaan ini
tentunya.”
"Bagi saya, bekerja di Microsoft adalah yang saya kehendaki, tapi itu bukan kehendak Tuhan.
Yang terbaik buat saya bukanlah Yang Terbaik juga bagi Tuhan, dan inilah YANG TERBAIK; Saya memiliki Sebuah Perusahaan sendiri, bukan bekerja untuk orang lain."
"Bagi saya, bekerja di Microsoft adalah yang saya kehendaki, tapi itu bukan kehendak Tuhan.
Yang terbaik buat saya bukanlah Yang Terbaik juga bagi Tuhan, dan inilah YANG TERBAIK; Saya memiliki Sebuah Perusahaan sendiri, bukan bekerja untuk orang lain."
Sering kali, apa yang kita pikir merupakan hal terbaik untuk kita, tapi bukan yang terbaik menurut kehendak TUHAN ALLAH. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita. Hal yang terbaik yang dapat kita lakukan hanya mengandalkan-NYA dan membiarkan-NYA bekerja dalam kehidupan kita. Satu hal yang perlu kita ingat, Rencana TUHAN itu indah pada waktunya.
DIA tidak pernah sekalipun membuat anak-NYA kecewa, DIA tidak pernah gagal.
DIA sanggup!
Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
DIA tidak pernah sekalipun membuat anak-NYA kecewa, DIA tidak pernah gagal.
DIA sanggup!
Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
GOD IS GOOD ALL THE TIME
TUHAN YESUS memberkati.